Kamis, 23 Januari 2020

Anda Punya Kebiasaan Meregangkan Jari, Berbahaya Atau Tidak?


Anda Punya Kebiasaan Meregangkan Jari, Berbahaya Atau Tidak? Apakah Anda  pernah mendengar penyakit arthritis? Sebuah penyakit yang seringkali dikaitkan dengan kebiasaan seseorang meretakkan jari ini, merupakan sebuah penyakit peradangan sendi. Menurut Harry Isbagio, seorang dokter divisi Rematologi Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, para penderita ini mengalami bengkak yang kemerahan sebagai awal gejala. Penderita penyakit ini juga sering mengalami yang namanya deformasi atau perubahan bentuk pada sendi, sehingga bisa kehilangan mobilitas. Penyakit tersebutlah yang mulai dikabarkan bisa timbul karena dipicu dari berbagai kebiasaan meregangkan jari.

Kebiasaan Meregangkan Jari

Simak informasi ain di rinirahmawati.com

Ternyata pernyataan tersebut hanyalah sebuah mitos! Seorang dokter yang berasal dari California, Donald Unger, telah membuktikannya. Ia melakukan sebuah penelitian terhadap kebiasaan tersebut, dengan rutin meretakkan jari-jarinya tersebut sebanyak dua kali sehari selama 60 tahun. “Namun saya tak merasa tangan saya terkena radang sendi setelah 60 tahun,” jelasnya. Seperti yang dilansir dari BBC maka berdasarkan penelitian ini, maka ia mendapatkan Nobel Prize pada tahun 2009 lalu.
Meskipun begitu, bunyi tersebut memang berasal dari sebuah sendi yang terdapat dalam jari-jari ketika Anda melakukan peregangan. 

Sendi yang ada di seluruh tubuh Anda itu  dikelilingi cairan bening dan juga kental yang bernama cairan sinovial. Jika jari tersebut ditekuk untuk dibunyikan, maka suara ‘krak’ akan timbul karena cairan yang ada di sekitar sendi meletus. Itu sebabnya Anda butuh waktu sekitar 10-20 menit untuk bisa membunyikan jari-jari lagi. Karena gelembung gas yang terdapat dalam cairan sendi tersebut membutuhkan sebuah proses untuk terisi kembali.

Tidak ada hubungan langsung antara kebiasaan meregangkan jari dengan penyakit arthritis. Dr. Jonathan Kay, direktur klinik dari rumah sakit umum Massachusetts, ini merupakan salah satu yang sangat setuju atas pernyataan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa bunyi yang biasa timbul ketika Anda meretakkan jari yaitu seperti melepaskan tekanan negatif dalam sendi. Seperti halnya Anda membuka segel yang terbentuk dari cairan sinovial. Bunyi tersebut seakan menandakan bahwa segel telah terbuka. Meskipun dengan kebiasaan ini Anda telah meregangkan beberapa sendi, namun menurut Dr. Jonathan sesering apapun Anda akan meregangkan jari, kemungkinan timbulnya penyakit arthritis itu sangatlah kecil.

Sebuah penelitian yang juga telah dilakukan oleh Raymond Brodeur juga mendukung pernyataan tersebut. Dalam sebuah studinya ia meneliti sekitar 300 orang yang mempunyai sebuah kebiasaan membunyikan jari, untuk bisa mengetahui dampak kerusakan dari perlakuan ini. Seperti yang telah terbit dalam sebuah Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics’, dan  hasilnya menunjukkan bahwa penyakit yang telah diderita mereka tidak ada yang berhubungan dengan sebuah penyakit arthritis. Walau beberapa dari mereka telah menunjukkan adanya sebuah kerusakan seperti pada jaringan lunak, dan juga turunnya kekuatan genggaman, tapi tak ada yang diketahui mengidap penyakit sendi tersebut.

Namun, dampak buruk tetap akan timbul pada kebiasaan meregangkan jari tersebut. Kebanyakan orang biasanya seringkali merasa perlu untuk bisa meregangkan jari-jarinya ketika lelah sehabis menulis ataupun mengetik. Serasa melepas sebuah keletihan dan juga ketegangan terutama pada bagian tangan. Hal ini tanpa Anda sadari mempunyai efek kontinuitas. Ketika melakukannya, maka kebiasaan ini sangat sulit untuk dihindari karena akan memancing adanya sebuah perlakuan yang sama secara terus-menerus. Gerakan membunyikan buku-buku jari merupakan kebiasaan yang salah karena akan menyalahi aturan persendian normalnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar